1. Museum Perjoangan Bogor

Kapten Tubagus Muslihat lahir di Pandeglang pada tanggal 25 September 1925.Kapten Muslihat menghembuskan nafas terakhirnya setelah melakukan penyerangan ke kantor polisi yanh terletak di Jl. Banten ( sekarang Jl.Kapten Muslihat ) pada tanggal 25 Desember 1945.
Ini adalah mesin tik dan telepon yang digunakan pada zaman Revolusi Fisik di Bogor.
Selain benda - benda bersejarah, kita juga dapat menemukan beberapa pakaian yang dikenakan pada masa bersejarah. Salah satunya adalah seragam yang digunakan para relawan PMI pada masa Refolusi Fisik di Bogor.
2. Museum PETA ( Pembela Tanah Air )
Monumen ini pertama diletakan oleh Bapak Umar Wirahadikusumah ( mantan Wakil Presiden RI ke- 4 ) pada tanggal 14 November 1993. Dan diresmikan pada tanggal 18 Desember 1995 dengan tujuan untuk memberikan penghargaan kepada para tentara PETA yang telah tiada dan untuk memberikan gambaran perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah Singkat Tentara Pembela Tanah Air ( PETA )
Pendirian PETA didasarkan pada maklumat Osamu Seirei Nomor 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara ke-16, Letnan Jenderal Kumakichi Harada.
Osamu Seirei No 44, 3 Oktober 1943 berisikan mengenai Pembentukan Pasukan Sukarela untuk membela Pulau Jawa dengan status :
Osamu Seirei No 44, 3 Oktober 1943 berisikan mengenai Pembentukan Pasukan Sukarela untuk membela Pulau Jawa dengan status :
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA), terdiri dari warga negara yang asli.
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA), dilatih oleh tentara Jepang.
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA), bukan milik organisasi manapun, langsung dibawah Panglima Tentara Jepang.
- Tentara Pembela Tanah Air (PETA), sebagai tentara teritorial yang berkewajiban mempertahankan wilayahnya (syuu). Tentara Pembela Tanah Air (PETA), siap melawan sekutu.
- Daidanco (komandan batalyon), dipilih dari tokoh-tokoh masyarakat seperti pegawai pemerintah, pemimpin agama, pamongraja, politikus, dan penegak hukum.
- Cudanco (komandan kompi), dipilih dari kalangan yang sudah memiliki pekerjaan namun masih belum mencapai pangkat yang tinggi, seperti guru dan juru tulis.
- Shodanco (komandan peleton), dipilih dari kalangan pelajar sekolah lanjutan pertama atau sekolah lanjutan atas.
- Budanco (komandan regu), dipilih dari kalangan pemuda yang pernah bersekolah dasar.
- Giyuhei (prajurit sukarela) dari kalangan pemuda yang belum pernah mengenyam pendidikan.
Beberapa peristiwa penting yang pernah dilakukan tentara PETA :
- Sebelum proklamasi melakukan pengamanan Dwi Tunggal ( Soekarno - Hatta ) pada tanggal 16 Agustus 1945 ke Rengasdengklok unyuk menghindari perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda tentang pelaksanaan Proklamsi Kemerdekaan Indonesia, karena di Jakarta diisukan akan terjadi Revolusi
- Pada saat Proklamasi :
a. Mengamankan wilayah proklamasi dipimpin oleh Daidancho Abdul Kadir.
b. Mengibarkan bendera merah putih oleh Chudancho Latief Hendradiningrat.
c. Menjaga telepon oleh Syodancho Arifin Abdurahman.
3. Museum Etnobotani
Gagasan pendirian Museum Etnobotani Indonesia mula-mula dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo yang ketika itu menjabat sebagai ketua LIPI, bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Herbarium Bogoriense pada tahun 1962. Tetapi gagasan tersebut baru mulai dipikirkan serta dimantapkan kembali ketika Dr.Setijati Sastrapradja memegang jabatan Direktur LBN pada tahun 1973. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya museum tersebut dapat terwujud dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie. Tema Museum Etnobotani Indonesia yaitu : " Pemanfaatan Tumbuhan Indonesia "
Berikut adalah beberapa alat - alat tradisional yang digunakan pada zaman dahulu :









